ini adalah website resmi Sinode GPT || Untuk informasi penggunaannya, silahkan membaca Standar Operasional Prosedur (SOP) penggunaan website pada Menu Artikel > Berita || Website GPT hadir untuk memfasilitasi AMB Berkomunikasi dan Bertumbuh bagi Kemuliaan-NYA
 
 
 
 

KATA SAMBUTAN

Ketua Umum GPT

( Pdt. Paulus Budiono )

FIRMAN ALLAH SEBAGAI LANDASAN UTAMA BAGI PERTUMBUHAN

GEREJA PANTEKOSTA TABERNAKEL (GPT)

Salam sejahtera dalam kasih Tuhan kita Yesus Kristus kepala Gereja dan Mempelai Pria Sorgawi. Shalom...

Saat ini Kita sedang menghadapi tantangan bagi perkembangan GPT setidaknya untuk periode 5 tahun kedepan. Disebut sebagai organisasi yang dikendalikan organisme yang hidup, tentunya tidak dapat berjalan hanya begitu saja. Sebuah organisme maka kita hidup dengan demikian pasti akan ada pertumbuhan yang jelas.

Saya teringat apa yang dikatakan oleh salah seorang pendiri Organisasi GPT sekaligus mantan ketua umum GPT yaitu Bapak Pdt. Hans I Tangka, yang dengan berulang ulang mengingatkan kepada saya selaku Ketua Umum Periode 2015-2020, untuk melanjutkan estafet ini, dengan tidak keluar dari dasar Firman Allah. Pertumbuhan oraganisasi GPT dan organisme yang ada didalamnya, tidak bisa tidak hanya dapat bertumbuh dengan kebenaran Firman Tuhan.

Sudah tepat karena AD/ART organisasi kita juga berdasarkan Firman Allah, maka saya ingin sampaikan, bahwa ada banyak organisasi di dunia ini punya doktrin yang menyatakan bahwa mereka juga berlandaskan Firman Allah, namun dengan alirannya atau pandangannya masing-masing. Tetapi yang perlu kita pikirkan sekarang ini adalah bukan fokus pada doktrin atau dogma tersebut, tetapi kembali kepada ajaran Firman seutuhnya.

Saya menghimbau kepada seluruh AMB GPT, Jika kita sudah berada di dalam organisasi GPT, marilah kita betul- betul berfokus pada penyatuan dan kebersamaan. Dan tidak akan mungkin penyatuan dan kebersamaan tersebut akan terwujud, jika kita mengedepankan kebenaran kita masing-masing, tanpa kembali kepada kebenaran seutuhnya didalam Alkitab.

 

CETUSAN DAN BEBAN HATI YANG TUHAN TARUH DIDALAM HATI SAYA KETIKA SAYA MENERIMA TUGAS DAN TANGGUNGJAWAB SEBAGAI KETUA UMUM GPT

Pada 5 tahun yang lalu saya mungkin terlihat agak lucu atau menjengkelkan, ketika saya tidak mau menerima kepercayaan Mubes sebagai Ketua I hingga Ketua Umum terpilih ingin menjemput saya ke kursi peserta hingga kemudian saya keluar dari ruang MUBES. tetapi itu adalah masa lalu dimana saat itu benar- benar hati saya tidak siap untuk menerima jabatan tanpa melakukan tanggungjawab sesuai dengan jabatan yang diberikan tersebut.

Namun kali ini ketika beberapa hamba Tuhan bahkan pengurus BPP - GPT berdiskusi dengan saya dan istri mengenai kelanjutan kepengurusan di GPT,  saya dengan istri memiliki hati yang penuh dengan damai sejahtera dan sukacita. Dengan pergumulan dan doa akhirnya kami berkomitmen, kalau kita sudah terjun untuk menangani organisasi maka harus sungguh - sungguh. Kepercayaan yang diberikan oleh AMB adalah sebuah tanggungjawab yang harus dilakukan dengan maksimal. Sebab bagi kami, menjadi pengurus GPT itu, bukan sebagai pengurus ibadah PA bukan pengurus ibadah DOA dll, namun kami disini sebagai Badan Pengurus Pusat, maka Kita harus Fokus untuk memikirkan pertumbuhan GPT kedepan.

Saya ingin menyampaikan bahwa benar kita sedang berorganisasi namun berorganisasi didalam maunya Firman Allah, dan bukan seperti organisasi yang ada didunia pada umumnya. Sistem dan prinsip yang paling benar dan tidak ada salah sedikitpun hanyalah Firman Allah.

Didalam Injil Yohanes 17:11,21, 23:

John 17:11 Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita.

 21 supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.

23 Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.

Dari ayat ini kita melihat ada perkembangan dari Doa Yesus. Ada 4 kali Yesus berdoa,dimana penekanannya ada pada keinginan “supaya mereka satu” dan supaya sempurna. Kita harus percaya bahwa ini adalah kata- kata urgen (penting dan sangat mendesak) dan yang sangat dirindukan oleh imam besar dan Tuhan kita Yesus Kristus. Ketika Yesus berbicara penyatuan, dia melibatkan BAPA. Jadi bicara penyatuan, tanpa melibatkan Bapa di Sorga, hanyalah kesia-siaan dan omong kosong. GPT juga demikian, jika kita bicara penyatuan tanpa melibatkan Tuhan, justru bisa menjadi kacau.

Dalam Doa Yesus tersirat bahwa Dia tidak mengatakan bahwa bicara penyatuan itu saya sendiri yang bisa (walau pun DIA berkuasa) DIA memberikan contoh kepada kita untuk melibatkan Tuhan.

Bicara penyatuan, selalu bicara mengenai Nama Yesus, bukan nama kita, organisasi kita. Jika GPT yang ada didaerah menyatu, maka dimulai dulu dari 15 orang Anggota Badan Pengurus Pusat. Saya sebagai KETUM, diberi wewenang untuk mengambil keputusan, tetapi tidak semuanya selalu ditentukan oleh saya. Kita coba berkaca kepada jemaat Korintus, ada Pro - Pro an, ada kelomok- kelompok dan golongan -golongan.

Gembala Agung akan sangat sedih kalau sudah terjadi kelompok- kelompokan. Sebab jika hal ini terjadi maka yang akan terjadi selanjutnya adalah saling menyalahkan dan saling merendahkan. Ketika para murid sudah menyatu, maka Firman yang akan mereka sampaikan juga sudah pasti mengenai Firman penyatuan. Tidak mungkin kita sebagai Hamba Tuhan akan menyampaikan berita penyatuan, apabila kita sendiri tidak mau mengupayakan penyatuan dengan hamba Tuhan yang lain.

Terkait Beban hati Yesus akan Penyatuan dan beban hati yang Tuhan tetapkan dihati  saya sebagai Ketua Umum mengenai Kesatuan dan Pertumbuhan GPT ke depan, Tuhan tetapkan di dalam Efesus 4:11-16.

Efesus 4:11-16  11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,  12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,  13 sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus,  14 sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan,  15 tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala16 Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.

Ketika Rasul Paulus mengatakan …kita bukan lagi anak-anak …berarti ada pertumbuhan yang jelas dimana pada ayat 15 dijelaskan arahnya adalah kepada Kristus. Bukan bertumbuh menurut maunya sendiri, tetapi berpedoman / teladan Kristus. Tetapi bagaimana bisa mengenal Kristus sementara kita tidak melihat Nya lagi? Ya sekarang kita melihatnya, meneladaninya lewat kebenaran Firman.

Sebagai Hamba- hamba Tuhan yang sudah dipakai Tuhan, Kita semua punya ciri- ciri keberhasilan kita. Namun Kalau tolak ukur yang kita pakai adalah pengalaman keberhasilan, kultur, budaya kita, maka hal itu belum tentu berhasil jika diterapkan oleh Hamba Tuhan yang lain, belum tentu berhasil jika diterapkan didaerah yang lain pula. Namun sebaliknya, apabila kita menggunakan Firman Allah sebagai tolok ukur keberhasilan kita, maka hal itu akan serta merta dapat digunakan oleh Hamba Tuhan yang lain, dan relevan jika digunakan didaerah yang lain pula.

Bicara mengenai pembentukan menjadi seperti Kristus, maka hal itu pasti berbicara mengenai penyangkalan diri. Rasul Paulus berkata: Filipi 3:8   Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus,

Paulus mengatakan melepaskan / membuang semua (seluruh atributnya) disingkirkan, tetapi yang dia tonjolkan adalah Kristus. Mempertahankan atribut Pendeta senior, mempertahankan atribut paling benar dan paling suci dibanding hamba Tuhan yang lain, sesungguhnya kita sedang menghina Kristus.

Perlu kita Ingat dengan baik bahwa jika yang kita tonjolkan ketika berbicara peyatuan adalah gelar, merasa paling benar dan keberhasilan, maka saya yakin kita akan semakin hancur. Saya mengatakan hal ini memang tidak gampang, tetapi kita semua harus mau belajar.

Bicara pertumbuhan, saya memberikan sebuah gambaran, sebagai contoh: kalau anak saya sedang bertumbuh: kepalanya bertumbuh tambah besar, tetapi kakinya masih tetap kecil, maka ini disebut sebagai pertumbuhan yang tidak sehat. Yang benar dan yang sehat adalah kalau semua anggota tubuhnya nya bertumbuh bersama-sama secara proporsional.

Dalam Efesus 4:11: kita sebut ada 5 jabatan. Namun seringkali kita terjebak dengan gelar dan sebutannya lalu saling memisahkan satu dengan yang lain (tidak saling berkaitan). Ingat semua jabatan itu terjadi didalam tubuh, bukan terpisah dari tubuh. 5 karunia ini bekerja bersama-sama untuk membantu pertumbuhan tubuh Kristus tersebut.

Didalam ayat tersebut, tidak pernah ada disinggung sama sekali mengenai jabatan / karunia mana yang paling menonjol dan paling hebat bukan? Kalau kita tidak bisa memahami ayat ini dengan baik, maka kita akan merasa kalau diantara kita ada yang lebih hebat dari yang lainnya; sehingga yang satu akan merasa sombong luar biasa, sementara yang lainnya akan menjadi minder luar biasa.

5 jabatan / karunia tersebut adalah sebuah keindahan dalam bekerjasama diantara anggota tubuh Kristus yang berbeda karunia. Coba bayangkan apa yang akan terjadi jika didalam tubuh semuanya adalah mata yang melotot, maka itu bukan tubuh tetapi monster.

Didalam 1 Kor 12:1, 4, 7

Sekarang tentang karunia-karunia Roh. Aku mau, saudara-saudara, supaya kamu mengetahui kebenarannya. 4 Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh.  7 Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama.

Dikatakan bahwa ada rupa- rupa karunia (hal ini tidak dapat kita pungkiri: karunia saya bisa berbeda dengan karunia saudara dan saya tidak perlu iri hati atau merasa tersaingi). Namun kita perhatikan ayat 7 dikatakan bahwa semua itu harus dipakai untuk kepentingan bersama.

Jika berbicara Kepentingan bersama, maka tidak akan ada yang berkata saya yang paling penting.

Harapan saya, dengan di launching-nya Website GPT ini, seluruh AMB akan semakin terbuka, berkontribusi memberikan masukan dan koreksi yang berarti bagi kemajuan GPT ke depan.

Akhir kata saya ingin sampaikan kepada seluruh Anggota Majelis Besar Gereja Pantekosta Tabernakel yang saya kasihi. Marilah kita bergandengan tangan, bersama-sama membangun dan menumbuhkan Gereja lokal kita dan juga GPT secara organisatoris, dengan mengedepankan prinsip- prinsip kebenaran Firman Tuhan; saling mendoakan dan saling menopang dengan bertolong tolongan antara satu dengan yang lainnya. Tuhan Yesus Kristus Kepala Gereja dan Mempelai Pria Sorgawi menyertai dan memberkati pelayanan kita sekalian. Amin.

 


Comments  
0 #2 joseph sianturi 2019-10-08 22:27
Puji Tuhan luar biasa kata sambutan dari Opa, kiranya semakin Tuhan pakai dalam memajukan pekerjaan Tuhan yang Tuhan percayakan kepada Opa.
Sehat terus ya Opa dan tetap semangat dan kuat untuk berkarya bagi kemuliaan Tuhan.
Tuhan Yesus memberkati. Shalom
Quote
+1 #1 SAMUEL BULIHER NABAB 2019-09-22 07:10
Agar mereka menjadi satu seperti doa Yesus, kiranya tereujud
Quote
Add comment
Berikanlah komentar yang baik, sopan, dan membangun.
Hindari komentar yang memojokkan, menjatuhkan, berkata kotor dan tdk sopan.
Terima kasih.